Kamis, 08 Oktober 2015

BENTUK KERJASAMA REGIONAL ANTAR NEGARA –NEGARA ASEAN

BENTUK KERJASAMA REGIONAL ANTAR NEGARA –NEGARA ASEAN

1. KERJASAMA POLITIK KEAMANAN ASEAN
Kerjasama ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya di kawasan   dan umumnya di dunia. Kerjasama dalam bidang politik dan keamanan dilakukan menggunakan instrumen politik seperti Kawasan Damai, Bebas Dan Netral (Zone Of Peace, Freedom And Neutrality/ ZOPFAN), Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty of Amity and Cooperation /TAC in Southeast Asia), dan Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ). Selain ketiga instrumen politik tersebut, terdapat pula forum kerjasama dalam bidang politik dan keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum (ARF). Beberapa kerjasama politik dan keamanan:
• Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal  
   Matters/MLAT);
• Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter 
   Terrorism/ACCT);
• Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan untuk  
   mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerjasama di bidang pertahanan 
   dan keamanan;
• Penyelesaian sengketa Laut China Selatan;
• Kerjasama Pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan 
   obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, 
   kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional;
• Kerjasama di bidang hukum; bidang imigrasi dan kekonsuleran; serta kelembagaan antar parlemen;

2. KERJASAMA EKONOMI ASEAN
Kerjasama ekonomi ditujukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi dengan cara saling membuka perekonomian negara-negara anggota dalam menciptakan integrasi ekonomi kawasan. Kerjasama ekonomi mencakup kerjasama-kerjasama di sektor perindustrian, perdagangan, dan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas di ASEAN (AFTA).
Beberapa kerjasama ekonomi adalah:
• Kerjasama di sektor industri yang dilakukan melalui Kerjasama Industri ASEAN (ASEAN Industrial 
   Cooperation /AICO);
• Kerjasama di sektor perdagangan dilakukan dengan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN 
   (AFTA) melalui pemberlakuan Tarif Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff - CEPT)   
   antara 5-10% atas dasar produk per produk, baik produk ekspor maupun impor guna menghilangkan 
   kendala perdagangan di antara negara-negara ASEAN;
• Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara (Free Trade Agreement/FTA);
• Kerjasama di sektor jasa yang meliputi kerjasama di sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, 
   dan keuangan;
• Kerjasama di sektor komoditi dan sumber daya alam;
• Kerjasama di sub-sektor pertanian dan kehutanan;
• Kerjasama di sektor energi dan mineral;
• Kerjasama di sektor usaha kecil dan menengah; dan
• Kerjasama dalam bidang pembangunan.

3. KERJASAMA FUNGSIONAL ASEAN
Kerjasama fungsional dalam ASEAN mencakup bidang-bidang kebudayaan, penerangan, pendidikan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, penanganan bencana alam, kesehatan, ketenagakerjaan, pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, kepemudaan, penanggulangan narkoba, peningkatan administrasi dan kepegawaian publik.
Beberapa kerjasama fungsional adalah:
• Kerjasama kebudayaan, penerangan, dan pendidikan, yang kegiatan-kegiatannya berbentuk workshop dan 
   simposium di bidang seni dan budaya, ASEAN Culture Week, ASEAN Youth Camp, ASEAN Quiz, 
   pertukaran kunjungan antar seniman ASEAN, pertukaran berita melalui tv, penyiaran berita dan informasi 
   mengenai ASEAN melalui radio-radio nasional, Student Exchange Programme ASEAN, dan 
   pembentukan ASEAN University Network (AUN).
• Kerjasama pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan;
• Kerjasama kesehatan, ketenagakerjaan, serta kerjasama pembangunan dan kesejahteraan sosial;
• Kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup dan bencana alam;
• Kerjasama sumber daya manusia yang mencakup bidang pemajuan wanita, pemuda, penanggulangan dan 
   pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obat terlarang (P4GN), 
   pengelolaan Yayasan ASEAN, serta bidang kepegawaian dan administrasi.

4 . HUBUNGAN EKSTERNAL ASEAN
Visi ASEAN 2020 menegaskan ASEAN yang berwawasan ke depan akan memainkan peran penting dalam masyarakat internasional dan memajukan kepentingan bersama ASEAN.
Kerjasama antara Asia Tenggara dan Timur Laut negara telah dipercepat dengan diadakannya pertemuan puncak tahunan antara para pemimpin ASEAN, Cina, Jepang, dan Republik Korea (ROK) dalam proses ASEAN plus Three.
Hubungan ASEAN Plus Three terus diperluas dan diperdalam di bidang dialog dan kerjasama keamanan, kejahatan transnasional, perdagangan dan investasi, lingkungan, keuangan dan moneter, pertanian dan kehutanan, energi, pariwisata, kesehatan, tenaga kerja, budaya dan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan teknologi komunikasi, kesejahteraan sosial dan pembangunan, pemuda, dan pembangunan pedesaan dan pemberantasan kemiskinan. Sekarang ini ada tiga belas pertemuan tingkat menteri di bawah kerjasama ASEAN Plus Three.
ASEAN terus mengembangkan hubungan kerjasama dengan Mitra Dialog, yaitu, Australia, Kanada, Cina, Uni Eropa, India, Jepang, Korsel, Selandia Baru, Federasi Rusia, Amerika Serikat, dan United Nations Development Programme. ASEAN juga meningkatkan kerjasama dengan Pakistan di beberapa daerah kepentingan bersama.
Konsisten dengan tekad untuk meningkatkan kerjasama dengan daerah-daerah berkembang lainnya, ASEAN mempertahankan kontak dengan organisasi-organisasi antar-pemerintah, yaitu Organisasi Kerjasama Ekonomi, the Gulf Cooperation Council, the Rio Group, the South Asian Association for Regional Cooperation, the South Pacific Forum, dan juga melalui Asian-African Sub-Regional Organization Conference.
Sebagian besar Negara-negara Anggota ASEAN juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Asia-Europe Meeting (ASEM), dan East Asia-Latin America Forum (EALAF).



Peran dan Teknik Pengendalian dalam Manajemen



Pengertian Pengandalian
Pengendalian/Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. (Schermerhorn,2002)
Pengendalian/Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan. (Stoner,Freeman,&Gilbert,1995)
Pengendalian juga dapat diartikan yaitu bagian dari pengetahuan prilaku terapan (applied behavioral science) yaitu berbagai cara melakukan mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaaan atau organisasi yang dianggap baik. Yang dimaksud  dari “Dianggap baik” yaitu :
Tolak ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi yang berjalan secara efisien, efektif dan produktif.
Apresiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.
Alasan melakukan pengendalian/pengawasan adalah :
1. Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan.
2. Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana.
3. Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan.
4. Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan.
Tujuan utama dari pengendalian adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.
Mekanisme pengendalian/pengawasan secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Penetapan standar kegiatan
2. Menyusun umpan balik (feedback)
3. Pembandingan kegiatan dengan standar
4. Mengukur penyimpangan
5. Melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan
Jadi pengendalian dapat diartikan sebagai sebuah system yang terdiri dari beberapa subsistem yang saling berhubungan untuk membantu manajemen suatu organisasi/perusahaan untuk mencapai tujuannya melalaui strategi tertentu secara efisien dan efektif dan untuk mencegah adanya penyimpangan atau  setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi.

Jenis-Jenis Pengendalian
1.Pengendalian Pendahuluan
Pengendalian ini memastikan bahwa sebelum kegiatan dimulai, maka sumber daya manusia, bahan dan modal yang diperlukan sudah dianggarkan sehingga bilaman kegiatan dilakukan, maka sumber daya tersebut tersedia, baik menyangkut jenis, kualitas, kuantitas, maupun sesuai dengan kebutuhan.
2. Pengendalian Bersamaan
Dalam hal ini, manajer melakukan fungsi pengarahan kepada pekerjaan bawahannya. Pengarahan yang dimaksud, yaitu melalui tindakan ketika mereka memberikan instruksi kepada bawahan dalam berbagai metode dan prosedur yang layak serta mengawasi pekerjaan bawahan untuk menjamin supaya pekerjaan dikerjakan dengan baik.
3. Pengendalian Umpan Balik
Sistem pengendalian umpan balik biasanya berfokus pada hasil-hasil akhir sebagai dasar perbaikan berbagai tindakan masa depan. Metode umpan balik yang dipakai dalam bisnis meliputi analisis laporan keuangan, pengendalian kualitas, dan evaluasi kinerja karyawan.

Proses Pengendalian
Orang yang sukses adalah orang yang terorganisasi dengan baik, memiliki tujuan hidup, memiliki pengendalian diri dan cinta dalam hatinya. Itu juga berlaku unutk perusahaan/ organisasi . untuk mencapai kinerja optimal , perusahaan (organisasi) haruslah terorganisasi dengan baik , memiliki visi dan misi , memiliki daya pengendalian manajemen dan mencintai pengetahuan yang bisa membantu orang untuk menciptakan kondisi yang kondusif untuk proses pengambilan keputusan yang tepat. Salah satu pengetahuan itu adalah Sistem Pengendalian Manajemen.
Sistem pengendalain manajemen yang baik sebenarnay formal, namun sifat pengendalian informal masih banyak terjadi . pengendalain manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain , terdiri dari proses :
1. Pemorgaman (Programing)
Perusahaan menentukan program-program yang dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan dialokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.
2. Penganggaran (Budjeting)
Program yang telah direncanakan secara terperinci dinyatakan dalam satuan moneter untuk suatu periode tertentu , biasanya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggung jawaban.
3. Operasi dan Akuntansi (Operation and Accounting)
Dilaksanakan pencatatan berbagai sumber daya yang digunakan dari penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut , digolongkan sesuai dengan program yang telah diterapkan pusat-pusat tanggung jawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar pemograman dimasa datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan unutk mengukur kinerja para manager.
4. Laporan dan Analisis
Tahapan ini merupakan yang paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggung jawaban akuntansi dapat dikumpulkan.
Menurut Robbins dan Coulters, proses pengendalian terdiri dari 4 aktifitas yaitu:
Penetapan tujuan (goal setting), pengukuran (measuring), membandingkan kinerja actual dengan standar kinerja (comparing actual permfomance against standard) dan tindakan manajerial (managerial action).
Penetapan tujuan diawali dengan adanya penetapan terlebih dahulu berbagai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, strategi untuk mencapai tujuan tersebut sampai penentuan anggaran yang menunjukan rencana alokasi masing-masing sumber daya organisasi perusahaan dalam menunjang pencapaian tujuan.
Pengukuran merupakan penetapan satuan numeric terhadap suau objek yang di ukur. Aktifitas pengukuran menyangkut 2 hal :
1.      Pengukuran berkaitan dengan apa yang di ukur.
2.      Pengukuran berkaitan dengan bagaimana pengukuran dilakukan.
Membandingkan merupakan proses membandingkan kinerja actual dengan standar kinerja dan berbagai tujuan yang telah ditetapkan tujuan maupun standar ditetapkan pada tahap perencanaan (planning).

Tindakan managerial langkah terakhir dari proses pengendalian adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja yang dicapai organisasi secara keseluruan maupun pencapaian kinerja individu.

Karakteristik Pengendalian Yang Efektif
Ciri-ciri dari pengendalian yang efektif
Proses berawal ketika director mencari informasi tentang aktivitas, director ini dapat berupa system informasi baik formal maupun informal, yang menyediakan informasi kepada pimpinan mengenai apa yang terjadi di dalam suatu aktifitas.
 Setelah informasi diperoleh , aktifitas yang terekam di dalamnya dibandingkan dengan   standart atau patokan berupa criteria mengenai apa yang seharusnya dilaksanakan dan seberapa jauh juga pembenaran.
Proses perbaiakn dilaksanakan oleh efektir, sehingga penyimpangan-penyimpangan diubah agar kegiatan kembali mengikuti criteria yang telah ditetapkan.
Begitulah propses pengendalian manajemen , dinamis dan berkelanjutan.

DAFTAR PUSTAKA
http://lina-embun.blogspot.com/2011/12/fungsi-pengendalian-dalam-manajemen.html
http://shesaskia.blogspot.com/2010/12/peranan-dan-teknik-pengendalian-dalam.html
Buku Pengantar Manajemen, Amiruloh

Ismail Solihin, 2009. Pengantar Manajemen, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Teori Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran
A.            Pengertian Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.
Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.

B.            Hukum Permintaan dan Penawaran
Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu barang,  makin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan permintaan menyebabkan kenaikan harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. Penurunan permintaan akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium.
Hukum penawaran adalah makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Kenaikan harga penawaran akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium dan menyebabkan kenaikan kuantitas ekuilibrium. Penurunan penawaran menyebabkan kenaikan harga ekuilibrium dan menyebabkan penurunan kuantitas ekulibrium
Kurva permintaan  adalah suatu kurve yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riil di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk table.
Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan. Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual atau produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
A.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

1.   Perilaku Konsumen atau Selera Konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2.   Ketersediaan dan Harga Barang Sejenis Pengganti dan Pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3.   Pendapatan atau Penghasilan Konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4.   Perkiraan Harga di Masa Depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5.   Banyaknya atau Intensitas Kebutuhan Konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

C.  Pengaruh Faktor Bukan Harga Terhadap Permintaan
Hukum permintaan terutama memperhatikan sifat hubungan antara harga sesuatu barang dengan jumlah barang yang di minta. Sedangkan dalam kenyataan sebenarnya seperti yang sudah dinyatakan sebelum ini banyaknya permintaan terhadap sesuatu barang juga ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu, untuk melengkapi analisis mengenai teori permintaan, adalah perlu untuk menganalisis bagaimana faktor penting lainnya dapat mempengaruhi permintaan.
a.       Harga barang-barang lain
Hubungan antara sesuatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang lainnya dapat di bedakan menjadi tiga golongan yaitu ; (i) barang lain merupakan pengganti, (ii) barang lain merupakan pelengkap, dan (iii) barang yang tidak ada kaitannya sama sekali (netral).


i.              Barang pengganti
Sesuatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang di gantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan permintaan.
 ii.            Barang pelengkap
Apabila sesuatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang di lengkapinya.
iii.            Barang netral
Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai hubungan sama sekali. Maksudnya, perubahan permintaan dan harga beras tidak akan mempengaruhi permintaan buku tulis dan begitu pula sebaliknya. Apabila du macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya. Barang seperti ini di namakan barang netral.
b.            Pendapatan para pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menetukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap berbagai jenis barang. Bersadasrkan kepada sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan yaitu ; barang inferior, barang esensial, barang normal, dan barang mewah
i.              Barang inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Kalau pendapatan bertambah tinggi maka permintaa terhadap barang-barang yang tergolong barang inferior akan berkurang. Para pembeli yang mengalami kenikan pendapatan akan mengurangi pengeluarannya terhadap barang-barang inferior dan menggantikannya dengan barang-barang yang lebih baik mutunya.

ii.             Barang esensial
Barang esensial adalah barang yang sangat penting artinya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Biasanya barang itu terdiri dari kebutuhan pokok masyarakat seperti makanan (beras, kopi, dan gula) dan pakain yang utama. Perbelanjaan seprti ini tidak berubah walaupun pendapatan meningkat.
iii.            Barang normal
Sesuatu barang yang dinamakam barang normal apabila ia mengalami kenikan dalam permintaan sebagai akibat dari knaikan pendapatan. Kebanyakan barang yang ada dalam masyarakat termasuk dalam golongan ini. Ada dua faktor yang menyebabkan barang-barang seperti itu permintaannya akan engalami kenaikan kalau pendapatn para pembeli bertambah yaitu ; (i) pertambahan pendapatan menambah kemampuan untuk membeli lebih banyak barang, dan (ii) pertambahan pendapatan memungkinkan para pembeli menukar konsumsi mereka dari yang kurang baik mutunya kepada barang yang lebih baik mutunya.
iv.           Barang mewah
Jenis-jenis yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi termasuk dalam golongan ini. Emas, intan, mobil adalah beberapa contoh barang mewah. Selain itu perabot rumah yang mahal adalah contoh lainnya. Biasanya barang-barang tersebut baru di beli masyarakat setelah dapat memenuhi kebutuhan yang pokok seperti makanan, pakaian, perumahan.
B.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

1.            Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2.            Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3.            Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4.            Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran dikurangi.
 5.           Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

Harga Pasar
A.            Pengertian Harga
Istilah harga biasa digunakan dalam kegiatan tukar menukar. Untuk menyatakan harga sesuatu barang digunakan satuan uang. Dengan demikian Pengertian Harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dalam satuan uang. Tidak setiap barang memiliki harga, hanya barang ekonomi sajalah yang memiliki harga sebab untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan yang menyebabkan adanya penawaran adalah faktor kelangkaan atau kejarangan. Sehingga barang itu memiliki harga karena barang itu di satu pihak berguna dan di pihak lain barang itu jumlahnya terbatas atau langka. Sesuai dengan istilahnya, disebut hanya keseimbangan sebab pada harga tersebut akan terjadi keseimbangan antara jumlah barang yang diminta (dibeli) dengan barang yang ditawarkan (dijual). Hanya keseimbangan itu terjadi karena adanya interaksi antara pembeli dengan mengadakan permintaan dan penjual dengan mengadakan penawaran di pasar.

B.            Harga Keseimbangan
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibriumadalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Untuk menentukan keadaan keseimbangan pasar kita dapat menggabungkan tabel permintaan dan tabel penawaran menjadi tabel permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan menggabungkan kurve permintaan dan kurve penawaran menjadi kurve permintaan dan penawaran.
Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.

Daftar Pustaka
Arsyad, Lincolin.1997.Ekonomi Mikro.Yogyakarta : Bpfe-Yogyakarta
Joesron, Tati Suharti.2003.Teori Ekonomi Mikro.Jakarta : Salemba Empat
Algifari.2003.Ekonomi Mikro Teori Dan Kasus.Yogyakarta : Stie Ykpn Yogyakarta


Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan di Indonesia

Definisi Manajemen Keuangan di Indonesia
Definisi menurut ahli :
Pengertian manajemen keuangan menurut Liefman : Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
Pengertian manajemen keuangan menurut Erlina, SE. Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund).
Pengertian manajemen keuangan menurut Depdiknas : Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.
Pengertian manajemen keuangan menurut Prawironegoro : Aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh modal yang semurah-murahnya dan menggunakan seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
Pengertian manajemen keuangan menurut Suad Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Pengertian manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

Sejarah Perkembangan Manajemen Keuangan di Indonesia
No
Tahun
Uraian
1
1900
·Istilah Manajemen Keuangan mulai muncul sebagai suatu bidang ilmu yang terpisah dari ilmu lainnya.
·Aspek hukum ( merger, akuisisi, perluasan perusahaan, pembentukan perusahaan baru, tata cara go public, penjualan surat2 berharga.
2
1929 - 1933
·  Masa resisi
·  Focus pada analisis masalah kebangkrutan dan reorganisasi.
3
1940 – 1950
Manajemen Keuangan tidak hanya mengatur masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
4
1960 - 1970
Fokus kebijakan pada nilai perusahaan
Kombinasi optimal dari surat-surat berharga
Pengaruh teori portofolio terhadap keuangan perusahaan dan investasi (return dan resiko)
5
1966
Perekonomian Dunia dilanda inflasi.
1970 -  awal abad 21
Capital Budgeting mengubah focus manajemen keuangan perusahaan dari bidang operasional, modal kerja, sumber dana, anggaran ke konsep teori biya modal  (cost of capital)
Teori portofolio investasi
CAPM (Teori keseimbangan portofolio)
APT (Arbitrage Pricing Theory)

Tujuan Penerapan Manajemen Keuangan di Perusahaan
Tujuan Manajemen Keuangan
            Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

 Tujuan perusahaan :
Mencapai laba sebesar-besarnya
Untuk memakmurkan pemilik perusahaan  (investor, pemegang saham) tercermin dari deviden, liwiditas dan solvabitas.
Memaksimalkan Nilai perusahaan  (harga saham ) membayar deviden.

Peluang Karir di Bidang Keuangan
Karir bidang keuangan dikelompokkan kedalam bidang utama :
q Manajemen Lemabaga Keuangan mencakup bank, asuransi, lembaga penyimpanan dan pinjaman, dan lembaga kredit. Untuk itu perlu memahami pengetahuan mengenai pasar uang dan modal dengan segala aspeknya.
q Investasi mencakup pekerjaan marketing sekuritas, analis sekuritas individu, dan analis portofolio
q Keuangan Manajerial mencakup pengelolaan keuangan di berbagai jenis perusahaan baik perdagangan, jasa maupun manufaktur, baik kecil, menengah maupun besar, baik swasta maupun pemerintah.

Selain itu peluang karir Manajemen Keuangan antara lain yaitu Manajer Keuangan, Management Trainee Sales, Kepala Produksi & Bahan Baku, Assistant Marketing Manager, Staff Administrasi, dan lain-lain.


SUMBER
http://gioakram13.blogspot.co.id/2013/05/sejarah-dan-pengertian-manajemen.html

Kospin JASA

Kospin JASA

1.  Sejarah

1973
Koperasi Simpan Pinjam JASA adalah sebuah Koperasi Simpan Pinjam yang terbesar di Indonesia yang didirikan di Pekalongan di kediaman H. A. Djunaid pada tanggal 13 Desember 1973, pada saat itu H. A. Djunaid bersama dengan para pengusaha yang barasal dari 3 etnis yaitu pribumi, keturunan arab dan keturunan china berkomitmen bersama untuk mendirikan Koperasi yang bergerak dalam bidang Simpan Pinjam dan diberi nama JASA, dengan harapan dapat memberikan jasa dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk anggota, masyarakat, gerakan koperasi, lingkungan dan pemerintah.

Koperasi Simpan Pinjam JASA hadir di awal dekade 1970-an sebagai sebuah lembaga keuangan yang melayani anggota yang pada saat itu banyak dari para pengusaha membutuhkan solusi permodalan untuk kegiatan usahanya. Sampai dengan saat ini Koperasi Simpan Pinjam JASA terus berkomitmen untuk mensejahterakan anggotanya dengan senantiasa mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi. Untuk itulah Koperasi Simpan Pinjam Jasa mendapat predikat "Koperasi Kesatuan Bangsa" yang sampai saat ini tumbuh bersama membangun usaha menjadi koperasi simpan pinjam terpercaya, terbesar dan tersebar jaringannya dengan 100 kantor layanan di Indonesia.

2004
Dengan semakin tumbuh dan berkembangnya lembaga keuangan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola syariah di Indonesia, dan adanya rekomendasi dari Rapat Anggota Tahunan ke 28 pada tahun 2002 yang mengamanatkan kepada Koperasi Simpan Pinjam JASA untuk membuka layanan keuangan yang berdasarkan pada prinsip syariah, serta adanya kecenderungan kebutuhan anggota dan calon anggota terhadap pelayanan pendanaan (simpanan) dan pembiayaan (pinjaman) yang berdasarkan pada pola syariah, maka Koperasi Simpanan Pinjam JASA, pada tanggal 17 Agustus 2004 meresmikan berdirinya Kospin JASA Layanan Syariah oleh H. A. Zaky Arslan Djunaid.

Seiring dengan perjalanan waktu yang makin dinamis dan tuntutan anggota terhadap kebutuhan layanan keuangan syariah, kini Kospin JASA Layanan Syariah mengembangkan jaringan kantornya di seluruh nusantara untuk lebih mendekatkan diri kepada anggota. 

2009
Sebagai upaya untuk menjaga aspek syariah dalam operasionalnya, Kospin JASA layanan Syariah pada tanggal 10 Februari 2009 telah mendapatkan Sertifikasi Koperasi Syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Hal ini membuktikan, bahwa manajemen Kospin JASA layanan Syariah berusaha secara optimal agar segala produk layanan yang ditawarkan kepada anggota dapat terpercaya dan sesuai dengan fatwa-fatwa yang telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

2. Visi dan Misi
Visi :
Menjadi Koperasi Syariah Kebanggaan Indonesia

Misi :

Menjadi Kiblat Koperasi Syariah Dunia untuk mewujdkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi anggota calon anggota, dan seluruh masyarakat

3. Nilai-nilai
Setelah selama 7 tahun operasional Kospin JASA Syariah, kini dalam transformasinya Kospin JASA Syariah memantapkan komitmennya untuk membangun Nilai – Nilai Perusahaan yang disingkat dengan AMANAH.
Amanah
Amanah, Jujur dan dapat dipercaya adalah sebuah keniscayaan yang harus dipegang dan dijunjung tinggi disetiap level tingkatan manajemen.
Manfaat
Memberikan Manfaat dan kemaslahatan seluas - luasnya untuk seluruh anggota, calon anggota dan seluruh masyarakat yang ikut berperan serta dalam menumbuhkembangkan Kospin Jasa Syariah dengan mengedankan kesetaraan, kesejajaran dan kebersamaan bagi semua.
Akhlak Mulia
Akhlaq Mulia menjadi bagian yang sangat penting bagi seluruh yang terlibat di Kospin JASA Syariah untuk memberikan layanan keuangan syariah yang terbaik dan berkualitas prima untuk semua yang merupakan perwujudan dari prinsip syariah yang universal.
Niat
Kospin JASA Syariah sangat menyadari bahwa Niat untuk menggapai Puncak Ridho Allah sangatlah penting dan berpengaruh terhadap operasional dan aktivitas gerak langkahnya untuk mengembangkan Kospin JASA Syariah.
Adil
Keadilan merupakan komitmen Kospin JASA Syariah sebagai upaya untuk membangun ekonomi syariah secara bersama.
Hasil
Hasil yang mensejahterakan dan penuh berkah bagi semua.

4.Susunan PENGURUS Periode 2015-2019
Ketua Umum                 : H.M. ANDY ARSLAN DJUNAID, SE
Ketua                              : LUKITO SINDORO (LIAUW YANG SIN)
Ketua II                          : Ir. ONG UMARYADI
Ketua III                        : KADAFI YAHYA
Sekretaris Umum         : H. SACHRONI
Sekretaris I                    : H. TEGUH SUHARDI
Sekretaris II                  : IKHLASUL AMAL AKWAN, SE., MM
Bendahara Umum        : BUDI SETIAWAN (YAP YUN FOE)
Bendahara I                   : H. NADHIRIN MASKHA
Bendahara II                 : Drs. H. BAHRODJI, MM

Koordinator Pengawas       : H. LUTFI TOCHFA
Wakil Pengawas                  : H. MUSTAFA MULAHELA
                                                  H. TIMUR TEGUH SANTOSO, SH
Penasehat                              : H. MUKMIN BAKRI, BSc
                                                  H.  ABDUL SYAKUR
                                                  H. A. ALF ARSLAN DJUNAID, SE
                                                  H. ALI MUKTI, SH, M.Hum
                                                  H. BAIDHOWI
                                                  Dr. H. MOH. ALI SHAHAB, SE, MSi.
                                                  H. TAUFIK KARIM

Susunan DEWAN PENGAWAS SYARIAH :
KH Moch. Akrom Shofwan
H. Abdul Aziz Chudhori
H. Abdur Rosyad

Susunan DEWAN PENASEHAT SYARIAH :
Prof. Dr. KH Ali Mustafa Yaqub, MA
Prof. Drs. H.M Nahar Nahrawi, SH, MM

5. Dewan Penasehat dan Pengawas
Susunan PENGAWAS Periode 2015 Sampai Dengan 2019
Koordinator Pengawas
:
H. Lutfi Tochfa
Wakil Koordinator Pengawas
:
H. Mustafa Mulahela
Anggota Pengawas
:
H. Timur Teguh Santoso, SH
Susunan PENASEHAT :
H. Mukmin Bakri, Bsc
H. A. Syakur
H. A. Alf Arslan Djunaid, SE
H. Ali Mukti, SH., M.Hum
H. Baidhowi
DR. H. Moh Ali Shahab, SE, M.Si
H. Taufik Karim





Susunan DEWAN PENGAWAS SYARIAH :

KH Moch. Akrom Shofwan

H. Abdul Aziz Chudhori

H. Abdur Rosyad



Susunan DEWAN PENASEHAT SYARIAH :

Prof. Dr. KH Ali Mustafa Yaqub, MA
Prof. Drs. H.M Nahar Nahrawi, SH, MM



6.        Manajemen
Manajemen Kospin JASA Unit Syariah
No.
Nama
Jabatan
Kantor
1
H. A Alf Arslan, SE
Supervisi Syariah
Pusat
2
H. Nadhirin Maskha
Supervisi Syariah
Pusat
3
H. Kusnoto
General Manager
Pusat
4
Arifin
Manager Pengawasan
Pusat
5
H. Ja’far Yasin, SE
Manager Pengelola Dana
Pusat
6
Imamudin, SE
Manager Pembiayaan
Pusat
7
Ardiansyah
Kabag Operasional
Pusat
8
H. Sugeng Prayogi
Kabag Pembiayaan
Pusat
9
Laela Miftakhul Djannah, SE
Kabag Pengawasan
Pusat
10
Wiharso Aji Purnomo, S.Kom
Kabag T.I
Pusat
11
Abdul Haris
Kasie Pengawasan
Pusat
12
Raharjo, SH
Kasie SDM & Umum
Pusat
13
Hadi Suroso, SP
Kasie T.I Aplikasi & Proses
Pusat
14
Ali Maftuhin, S.Kom
Kasie T.I Database
Pusat
15
Arvianto Hadi P, A.Md
Kasie T.I Network
Pusat
16
Muh. Anis, S.EI
Kasie Pembukuan
Pusat
17
Siti Asiyah, SE
Kasie Pengelola Dana
Pusat
18
Sakiena Shahab, Bsc
Kepala Kantor Layanan Syariah Pekalongan
Pekalongan
19
Lisa Risnawati, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Pekalongan
Pekalongan
20
Jamaludin, Amd
Kepala Kantor Layanan Syariah Pemalang
Pemalang
21
Nia Rosmalia Wijayanti, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Batang
Batang
22
Muchamad Wasi’un, S.Ag
Kepala Kantor Layanan Syariah Kedungwuni - Pekalongan
Kedungwuni
23
Etty Dwi Sistiati, SH
Kepala Kantor Layanan Syariah Tegal
Tegal
24
Nurul Hasanah, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Tegal
Tegal
25
Nafik Wahyuni, A,Md
Kepala Kantor Layanan Syariah Banjaran – Tegal
Banjaran
26
Nurhikmah, ST
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Banjaran – Tegal
Banjaran
27
Azka Rosyadi, ST
Kepala Kantor Layanan Syariah Bulakamba - Brebes
Bulakamba
28
Ibnu Armal, ST
Kepala Kantor Layanan Syariah Yogyakarta
Yogyakarta
29
Nina Sumberrizqiana, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Yogyakarta
Yogyakarta
30
Arifah Hidayati, SH
Kepala Kantor Layanan Syariah Beringharjo - Yogyakarta
Beringharjo
31
Muhammad Wildan, SE
Kepala Layanan Syariah Syariah Magelang
Magelang
32
Mei Ridati Hartiningsih, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Magelang
Magelang
33
Barozi
Kepala Kantor Layanan Syariah Surabaya
Surabaya
34
Rif”an Nizar, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Surabaya
Surabaya
35
Eko Sulistiono, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Denpasar Bali
Denpasar
36
Doni Zahroni, ST
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Denpasar Bali
Denpasar
37
Suparmin Aminudin
Kepala Kantor Layanan Syariah Tambak Segaran
Surakarta
38
Endah Nursanti, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Tambak Segaran
Surakarta
39
Arif  Rahman Hakim, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Klewer
Surakarta
40
M. Arum Sulistyo, SE, MM
Kepala Kantor Layanan Syariah Warung Buncit
Jakarta
41
Nur Achmadin, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Warung Buncit
Jakarta
42
Agil Setiawan, S.Kom
Kepala Kantor Layanan Syariah Bekasi
Bekasi
43
M. Risqul Roby, A.Md
Kepala Kantor Layanan Syariah Semarang
Semarang
44
Budijono Wahyu Hartono, SE
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Semarang
Semarang
45
Andrias Sri H, A,Md
Kepala Kantor Layanan Syariah Kendal
Kendal
46
Sutrisno Ibnu Bachry, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Jepara
Jepara
47
Faiz Muqtasid, S.Ag, MH
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Jepara
Jepara
48
Jati Pramono, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Padalarang
Bandung
49
Khasbun Nada, S.Sos
Wakil Kepala Kantor Layanan Syariah Padalarang
Bandung
50
M. Mabrur Hadi, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Purbalingga
Purbalingga
51
Niswatul Umah, SE
Kepala Kantor Layanan Syariah Subah - Batang
Subah

7.        Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh yakni Koperasi Simpan Pinjam JASA ini merupakan sebuah Koperasi Simpan Pinjam yang terbesar di Indonesia yang didirikan di Pekalongan di kediaman H. A. Djunaid pada tanggal 13 Desember 1973.
Visi misinya juga sangat bagus yakni berupaya supaya dapat menjadi Kiblat Koperasi Syariah di Dunia dan dapat mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Selain itu, Kospin JASA Syariah ini juga tidak tanggung-tanggung memantapkan komitmennya dengan membentuk Nilai-nilai yang disingkat dengan nama AMANAH (amanah, manfaat, akhlak mulia, niat, adil, dan hasil).
Kospin JASA juga memiliki sususan Pengurus yang mencukupi yakni terdiri dari Pengurus pokok, Pengawas dan Penasehat serta pengurus lainnya.
Seiring dengan perjalanan waktu yang makin dinamis dan tuntutan anggota terhadap kebutuhan layanan keuangan syariah, kini Kospin JASA Layanan Syariah telah mengembangkan jaringan kantornya di seluruh nusantara untuk lebih mendekatkan diri kepada anggota. 






Kantor Kospin JASA

Pengurus